October 15, 2011

Tradisi Aqiqah di Jambi

Di Jambi, acara aqiqah biasanya disertai dengan mencukur rambut si bayi. Dan ada satu tradisi yang biasanya dilakukan pada saat acara aqiqah dan cukuran tersebut yaitu membagi-bagikan telur. Membagi-bagikan telur saat acara aqiqah dan cukuran seorang bayi merupakan sebuah tradisi di daerah Jambi.

Telur yang dibagikan adalah telur yang sudah direbus dan biasanya diletakkan/dibungkus dengan keranjang/kantung kecil yang dihias. Pada keranjang/ kantung kecil tersebut ditempelkan nama sianak/ bayi. Mungkin tujuan membagi-bagikan telur ini adalah sebagai ungkapan rasa syukur atau sekedar memberitahukan nama sianak/ bayi.
Hukum aqiqah menurut pendapat yang paling kuat adalah sunnah muakkadah, dan ini adalah pendapat Jumhur Ulama, berdasarkan anjuran Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam dan praktek langsung beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam. “Bersama anak laki-laki ada aqiqah, maka tumpahkan (penebus)darinya darah (sembelihan) dan bersihkan darinya kotoran (Maksudnya cukur rambutnya).” (HR: Ahmad, Al Bukhari dan Ashhabus Sunan)

Perkataannya Shallallaahu alaihi wa Sallam, yang artinya: “maka tumpahkan (penebus)darinya darah (sembelihan),” adalah perintah, namun bukan bersifat wajib, karena ada sabdanya yang memalingkan dari kewajiban yaitu: “Barangsiapa di antara kalian ada yang ingin menyembelihkan bagi anak-nya, maka silahkan lakukan.” (HR: Ahmad, Abu Dawud dan An Nasai dengan sanad yang hasan).

Perkataan beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam, yang artinya: “ingin menyembelihkan,..” merupakan dalil yang memalingkan perintah yang pada dasarnya wajib menjadi sunnah.
http://id.wikipedia.org/wiki/Akikah
http://kbudiz.wordpress.com/serba-serbi/#comment-447

No comments:

Post a Comment

Post a Comment